Siswa MTs di Kediri Depresi Berat Diduga Karena Ditegur Guru soal Tugas

siswa-mts-di-kediri-depresi_43

Kediri - Siswa MTs di Kediri mengalami depresi berat. Diduga, ia depresi karena mendapat teguran dari gurunya soal tugas sekolah.

Kini ia hanya terkulai lemas dan tak bisa diajak komunikasi oleh orang tuanya. Siswa berinisial MHM (13) ini merupakan putra pasangan Mahmudi dan Siti Chodijah, warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Untuk beraktivitas, orang tuanya setia mendampingi dan memapahnya.

Kondisi ini bermula dari depresi berat yang dialami oleh remaja 13 tahun tersebut. Pada 18 November 2020, awal pembelajaran tatap muka, salah seorang guru memarahinya di hadapan puluhan siswa. Kalimat yang keluar dari mulut sang guru dinilai berlebihan dan membuat malu dirinya.

Pulang sekolah, menurut penuturan sang ayah, MHM menceritakan apa yang dialami dan sempat meminta untuk pindah sekolah. Bahkan, kalimat sang guru yang terus diingatnya membuat ia pingsan setelah pulang sekolah.

"Ancen ora niat sekolah, Ibuk Bapakmu yo wes ra ngurus, Mbak mu yo senengane kluyuran," (Tidak niat sekolah, ayah dan ibu mu juga sudah tidak peduli dengan dirimu, apalagi mbak mu juga suka pergi keluar)," ucap Mahmudi Selasa (22/12/2020).

"Jadi sebelum ini semua terjadi, anak saya bercerita saat di sekolah ditegur oleh guru soal tugasnya di hadapan teman-temannya. Sepulang sekolah dia mengaku sangat malu dan tertekan, maupun tak bisa melupakan ucapan teguran guru di sekolahnya. Akhirnya ia sempat jatuh pingsan hingga seperti ini," imbuhnya.

Sejumlah pengobatan medis ditempuh keluarga. MHM sempat dirawat di RSUD SLG. Kemudian ia juga sempat akan dirujuk ke Surabaya dan Malang. Namun sayang rumah sakit rujukan itu penuh, sehingga ia belum tertangani hingga saat ini.

Berdasarkan hasil rekam medis dan pemeriksaan RSUD SLG, CT Scan awal pada bagian otak, ia didiagnosis mengalami peradangan otak.

"Hasil pemeriksaan medis, dokter menjelaskan bahwa anak saya mengalami peradangan otak. Bahkan anak saya hanya bisa tidur dan terkulai lemas di tempat tidur dan tidak bisa diajak komunikasi. Saya berharap kesembuhan anak saya seperti sediakala, agar bisa kembali bersekolah seperti sedia kala," pungkas Mahmudi.

 

Sumber : https://www.detik.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *